:: Hot News

Pergaulan Mengubah Diri Anda
Posted On : 27-09-2013
View : 1541 times

Hand and moneyDitangkapnya Rudi Rubiandini,  Kepala Satuan Kerja Khusus (SKK) Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi beberapa waktu lalu mengejutkan banyak pihak, terutama teman² dan kenalannya. Ia adalah mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang memiliki gelar Prof.Dr.-Ing, juga  dikenal sebagai akademisi dan  pengamat perminyakan Indonesia. Ia tertangkap tangan menerima suap. Dalam penggeladahan, KPK juga menemukan sejumlah besar uang tunai dolar miliknya di beberapa tempat. Terungkapnya kasus ini sampai² memunculkan ungkapan, "Jika orang seperti Rudi saja korupsi, apalagi yang lain?"  Sekarang, penyelidikan KPK juga menuju ke Kementerian ESDM.

 

Orang Bisa Berubah

Mantan Putri Indonesia 2001, Angelina Sondakh, peraih penghargaan Satya Karya Kemerdekaan dari Menteri Sosial RI harus mendekam di penjara karena kasus korupsi. Saat ini KPK juga sedang memeriksa dua tokoh muda yang menjadi tersangka dalam kasus korupsi. Andi Mallarangeng, pemilik gelar Doctor of Philosophy di bidang ilmu politik dan Master of Science di bidang sosiologi, yang pernah meraih penghargaan Future Leader of Asia dari majalah Asia Week (1999), mundur dari jabatannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga karena tersandung kasus korupsi di kementeriannya. Anas Urbaningrum, salah satu ketua partai termuda di Indonesia, seorang tokoh muda (44 tahun) yang sangat menjanjikan harapan sebagai salah satu pemimpin bangsa Indonesia di  masa depan, juga terseret masalah korupsi. Masih banyak tokoh yangsebelumnya dikenal sebagai orang baik² yang terjerat masalah korupsi. Pertanyaannya: mengapa orang dengan latar belakang terhormat seperti mereka bisa tersangkut korupsi?

 

young smokerBisa Karena Terbiasa

Tidak ada orang yang dilahirkan dengan bakat menjadi koruptor, atau memiliki gen korupsi. Perilaku korupsi bukanlah bawaan sejak lahir, tapi merupakan "penyakit" yang menjangkiti seseorang karena ia dekat dengan sumber penyakit itu. Ketika masih usia sekolah, siapa diri kita menjelang dewasa terbentuk dari kebiasaan² yang kita lihat, pelajari dan tiru dari orang-orang yang dekat dengan kita. Dari guru², kakak² kelas dan teman² dekat di sekolah.  Juga dari orangtua dan kerabat dekat di lingkungan keluarga. Serta orang² lain yang dekat dengan kita di lingkungan tempat tinggal kita. Ketika sudah memasuki usia dewasa dan bekerja atau berbisnis, orang² di lingkungan tempat kerja kita serta para relasi yang paling banyak mempengaruhi kita, karena sebagian besar waktu kita selalu bersama mereka. Jika kita berada di lingkungan bersih, biasanya kita juga cenderung bersih. Sebaliknya, jika kita berada di lingkungan kotor, kita juga mudah tertular "virus" penyakit lingkungan itu. Memang ada kekecualiaanya. Ada orang yang memiliki "kekebalan" istimewa, tidak terjangkit wabah penyakit di sekitarnya. Tapi orang demikian sangat langka.

Dalam kasus korupsi, pelakunya tidak mungkin satu orang. Selalu ada yang menjadi pencetus ide, pengatur, eksekutor, dan kadang ada "orang baik²" yang terseret. Orang baik² pada mulanya akan digoda dengan jeratan sehalus "rambut dibelah tujuh" yang sepertinya tidak apa². Perlahan tapi pasti, akhirnya menjadi "comfort zone" karena semakin terbiasa. Awalnya membiarkan pelanggaran² orang lain, memberikan toleransi, berlanjut diajak terlibat, hingga... melibatkan diri.

 

Memilih Teman

marathonPelajaran apa yang kita peroleh dari kejadian yang menimpa tokoh² diatas? Ada pepatah yang mengatakan : Anda akan menjadi rata² dari lima orang di dekat Anda. Dengan siapa Anda bergaul akan mempengaruhi dan mengubah diri Anda. Jika ingin memiliki badan yang sehat, bertemanlah dengan orang² yang menjalani pola hidup sehat. Jika saat ini Anda seorang karyawan yang memiliki impian membangun bisnis sendiri, tapi lingkungan pergaulan Anda hanyalah sesama karyawan, Anda akan sulit mewujudkan impian itu. Bergaullah dengan para pengusaha, Anda pasti "tertular virus" bisnis mereka. Nasihat ayah saya saat saya remaja mungkin masih relevan kita renungkan, "Hati²lah memilih teman. Bergaul dengan perampok, minimal kamu menjadi pencuri; bergaul dengan pencuri, minimal kamu menjadi pencopet".  Pilihan di tangan Anda!

 

Salam Brilian!

Jim Mintarja, Founder & Master Coach 'ACME International'

 

Artikel sebelumnya :

• Belajar dari Mandela
• Bersikap Dewasa
• Integritas sebagai Cermin Diri Anda
• Jika Bisa Memimpin Kuda, Anda Bisa Memimpin Orang
• Hindari Jerat-Jerat Kehidupan
• Jangan Sia-Siakan Waktu Tersisa
• Bersiap Menghadapi Krisis 2011
• Bakat Saja Tidak Cukup
• Anda Layak menjadi Pemimpin?
• Anak Belajar dengan Kasih
• Memberdayakan Orang Terbaik
• Jangan Pusingkan UN
• Saatnya untuk Berani Memulai
• Dibalik Runtuhnya Japan Airline
• Kekuatan dari Kasih & Kebersamaan
• Karakter Lebih Penting daripada Reputasi
• Jalan Aman Menuju Sukses
• Belajar dari Orang Sukses
• Faktor Utama Menuju Sukses
• Anda Bisa Ikut Membangun Dunia yang Lebih Baik
• Kehidupan Sukses yang Seimbang
• Mengembangkan Jiwa Entrepreneurship
• Menghadapi Seleksi Alam
• Solusi di Masa Krisis
• Menjadi Bangsa yang Semakin Dewasa
• Pikir dahulu keuntungan, sesal kemudian tak berguna…
• Kapan Krisis Berakhir?
• Bersiap Menghadapi Kemungkinan Terburuk
• Berkompetisi dengan Sehat
• Menciptakan Peluang dari Badai Krisis
• Pengusaha yang tidak beretika
• Perusahaan mana yang paling aman untuk berkarir?
• Semangat Pantang Menyerah
• Bangsa yang Ingin Berubah
• Bangsa Berkarakter Unggul