:: Hot News

Hindari Jerat-Jerat Kehidupan
Posted On : 17-02-2011
View : 3088 times

bermain apiBermain Api

Aneh tapi Nyata! Ada sekelompok orang Indonesia yang berlomba-lomba dengan susah payah ingin masuk penjara. Tidak percaya? Fakta berikut disampaikan oleh Kementerian Dalam Negri baru-baru ini.  Berdasarkan pengalaman peserta, untuk ikut Pilkada diperlukan dana sekitar Rp 100 miliar untuk calon gubernur, dan sekitar Rp 40 miliar untuk bupati. Padahal gaji bulanan untuk gubernur Rp 8,6 juta, bupati Rp 6,6 juta, dan walikota Rp 5 juta. Memang masih ada penghasilan "resmi" lainnya, tapi tidak sampai Rp 100 juta per bulan. Jika calon peserta bukan orang kaya raya, bagaimana mengembalikan uang  pinjaman? Tidaklah heran jika banyak diantara mereka terjerat korupsi. Dari 33 gubernur di Indonesia,  17 sedang terjerat masalah hukum. Ditambah lagi 138 bupati dan walikota bermasalah.  Hampir semuanya berkaitan dengan korupsi. Sungguh tidak habis pikir, jabatan dengan resiko tinggi masuk penjara... Koq jadi rebutan!

Ada dimana-mana

Banyak perusahaan besar, menengah dan kecil di Indonesia ketika menjadi  vendor (supplier) di perusahaan swasta pun sering harus siap menyediakan "uang balas jasa" bagi buyer atau user. Tentu saja ada yang bekerja dengan etika tinggi, tapi mereka adalah minoritas. Sebaliknya banyak  juga sales executive (atas persetujuan manajemen perusahaan) yang demi untuk mendapatkan order "menggoda" para pembuat keputusan pembelian dengan berbagai cara. Hampir semuanya beralasan, "Habis gimana  lagi? Inilah aturan bisnis disini."

Tidak hanya di Indonesia atau negara-negara berkembang lainnya, eksekutif pada perusahaan besar di negara makmur pun bisa tergoda korupsi. Salah satu yang menghebohkan adalah skandal perusahaan Enron Corp. dari AS. Perusahaan kelas dunia di bidang perlistrikan dan gas bumi yang mempekerjakan 22.000 karyawan menyatakan diri bangkrut pada akhir 2001. Eksekutifnya memperkaya diri dengan merekayasa laporan keuangan secara terencana, sistimatis dan kreatif. Skandal ini melibatkan perusahaan konsultan dan akuntan publik terkemuka dunia Arthur Andersen yang mengaudit laporan keuangan Enron. Mereka menutupi praktek kotor eksekutif Enron.  Perusahaan yang pernah memiliki 85.000 karyawan di seluruh dunia sekarang hanya menyisakan sejarah. Penyelidikan setelah itu oleh badan berwajib dan lembaga di AS juga menemukan "kesalahan administrasi" oleh eksekutif puluhan perusahaan raksasa , termasuk  Xerox, WorldCom (telekomunikasi),  Merck (farmasi), Walt Disney Company.  

bernard_madoffKetika AS sedang dilanda krisis keuangan tahun 2008, Bernard L. Madoff menambah penderitaan banyak orang.  Mantan ketua bursa NASDAQ (bursa terbesar kedua di AS) ini melakukan penipuan melalui perusahaan investasinya "Bernard L. Madoff Investment Securities LLC". Para nasabahnya rugi sebesar USD 65 miliar. Ia dijatuhi penjara 150 tahun! Desember 2010, putra sulungnya Mark Madoff bunuh diri karena tidak tahan menanggung stress dan penyesalan karena terkait bisnis kotor ayahnya.

Nilai sebagai Pedoman Kehidupan

Mengapa ada pegawai bergaji kecil yang jujur, dan ada pegawai bergaji besar yang korup? Mengapa ada orang yang hidup sederhana dengan tenang, dan ada yang kaya raya masih cemas hartanya tidak cukup?

nilai pedoman kehidupanMenurut para psikolog, semua keputusan yang kita buat sebagai dasar untuk bertindak ditentukan oleh NILAI-NILAI  yang kita pegang, yaitu hal-hal yang menurut kita berharga dan penting bagi kehidupan kita. Ini bisa berbeda antara satu orang dengan lainnya. Ada yang mementingkan Kekayaan - Jabatan - Kesenangan untuk kehidupannya. Ada yang mementingkan Kejujuran - Tanggung jawab - Ketakwaan - Cinta kasih. Ada pemimpin yang mementingkan Pengabdian bagi Bangsa - Kesejahteraan Rakyat. Ada yang mementingkan Kekuasaan - Kekayaan - Kepentingan kelompok.

Nilai yang tertanam dalam diri seseorang  berasal dari hal-hal yang dipelajari dan dialami dalam perjalanan hidupnya. Yang dipelajari dari orangtua,  guru, atasan, dan orang dekat lainnya. Baik berupa kata-kata maupun keteladanan mereka.  Serta pengalaman yang diperoleh dari lingkungan tempat tinggal, pekerjaan dan pergaulan. Nilai yang dipegang seseorang juga bisa berubah dalam perjalanan hidup. Seseorang  yang awalnya sederhana, jujur dan baik hati, bisa berubah setahap demi setahap  menjadi  gila kuasa, korup dan diktator, tanpa ia menyadari "kesalahannya". Seperti yang terjadi pada Hosni Mubarak dan beberapa pemimpin lainnya. Mengapa mereka "tidak sadar"?

di penjaraNilai sebagai hasil kristalisasi dari hal-hal yang dipelajari dan dialami dalam proses kehidupan tertanam dalam pikiran bawah sadar. Berhubung  pikiran sadar hanya 12% dan pikiran bawah sadar merupakan 88% dari pikiran kita, maka kita sering tidak menyadari nilai yang melekat dalam diri kita. Tetapi orang lain bisa melihat nilai-nilai itu melalui kata dan tindakan kita. Karena pikiran bawah sadar (yang bekerja secara otomatis) delapan kali lebih dominan daripada pikiran sadar, maka meskipun seseorang sadar bahwa korupsi bisa mengantarkannya ke penjara, keinginan yang kuat untuk mengumpulkan kekayaan yang tertanam dalam pikiran bawah sadar akan lebih dominan mempengaruhi tindakannya. Itulah sebabnya, jarang ada koruptor yang menyesal dengan perbuatannya, ia hanya merasa "apes" bisa tertangkap. Kecuali nanti ia mengalami "shock therapy" dari suatu peristiwa yang bisa mengubah nilai-nilai lama pada dirinya.

urutan nilaiUrutan Nilai

Salah satu hal yang menarik tentang nilai adalah urutannya. Dalam membuat keputusan, nilai yang berada di urutan lebih tinggi akan mengalahkan nilai dibawahnya. Jika suatu ketika Anda mendapatkan undangan makan malam pada hari dan jam yang sama dari beberapa orang, Anda memutuskan hadir di acara siapa: atasan langsung, mantan tetangga atau teman olahraga? Pasti Anda akan hadir ke acara orang yang paling penting bagi Anda, yang berada pada urutan No.1. (Tetapi Anda mungkin agak pusing memutuskan jika yang mengundang: mitra bisnis, mertua, calon besan, pelanggan utama)

Jika urutan nilai dalam diri seseorang (No.1) Kekayaan (No.2) Kekuasaan ........ (No.10) Pengabdian. Bisa dipastikan yang selalu dipikirkan dan direncanakan adalah bagaimana mendapatkan kekuasaan lebih besar agar bisa menjadi semakin kaya. Tentang "pengabdian" sekali-sekali terpikir juga, yaitu pada saat menyiapkan pidato.

Bagaimana dengan nilai-nilai Anda? Anda bisa coba menuliskan 10 hal yang menurut Anda paling berharga/penting  bagi kehidupan Anda. Kemudian urutkan dari No.1 hingga 10. Itulah yang mengendalikan hidup Anda!

Hidup dengan Nilai Positif

Sebagai manusia bebas, kita berhak memilih sendiri kehidupan yang akan kita jalani. Kita pun bisa memilih setelah meninggal ingin dikenang sebagai orang yang bagaimana. Anda bisa memilih hidup yang bermakna bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain. Pada saat meninggal, orang-orang akan merasa kehilangan Anda dan mengenang kebaikan Anda.  Atau memilih hidup yang menyebabkan penderitaan bagi diri orang lain (dan juga mencelakakan diri sendiri). Dan ketika meninggal, orang-orang merasa gembira karena penderitaan mereka berkurang atau berakhir.

niali baik burukJika kita renungkan ajaran dan pemikiran orang-orang bijak, membuat pilihan sepertinya mudah, karena apapun yang ada di kehidupan ini hanya ada dua pilihan: positif-negatif, baik-jahat, bersih-kotor, terang-gelap, jujur-curang, bertanggungjawab-pengecut, dst, dst... Tidak perlu pendidikan tinggi untuk memilihnya. Bahkan  tidak diajarkan di sekolah dan perguruan tinggi. Kita mempelajarinya dari kehidupan.

Pilihan kita sangat tergantung pada nilai-nilai yang ada pada diri kita. Jika tidak mau hidup dalam masalah dan tragedi, hindari nilai-nilai negatif yang telah menjerat kehidupan banyak orang.

Tanggal 8 Febuari lalu, Angelo Tomas Reyes, mantan Kepala Staf Angkatan Darat dan Menteri Pertahanan Filipina, bunuh diri dengan menembak dadanya karena malu dan depresi atas tuduhan korupsi sebesar US$ 1 juta ketika menjadi KSAD. Tanggal 10 Febuari 2011 diberitakan dari Taiwan, Mayjen Lo Hsien Che ditangkap dalam kasus spionase menjual rahasia negara Taiwan karena  tergoda uang dan seks dari wanita agen mata-mata China. Kisah orang-orang Indonesia yang sedang terjerat masalah, Anda lebih tahu daripada saya.

Bermain air basah, bermain api hangus! Pilihan di tangan Anda.

 

Salam Brilian!

Jim Mintarja, Founder & Master Coach 'ACME International'

 

 

Artikel sebelumnya :

• Belajar dari Mandela
• Pergaulan Mengubah Diri Anda
• Bersikap Dewasa
• Integritas sebagai Cermin Diri Anda
• Jika Bisa Memimpin Kuda, Anda Bisa Memimpin Orang
• Jangan Sia-Siakan Waktu Tersisa
• Bersiap Menghadapi Krisis 2011
• Bakat Saja Tidak Cukup
• Anda Layak menjadi Pemimpin?
• Anak Belajar dengan Kasih
• Memberdayakan Orang Terbaik
• Jangan Pusingkan UN
• Saatnya untuk Berani Memulai
• Dibalik Runtuhnya Japan Airline
• Kekuatan dari Kasih & Kebersamaan
• Karakter Lebih Penting daripada Reputasi
• Jalan Aman Menuju Sukses
• Belajar dari Orang Sukses
• Faktor Utama Menuju Sukses
• Anda Bisa Ikut Membangun Dunia yang Lebih Baik
• Kehidupan Sukses yang Seimbang
• Mengembangkan Jiwa Entrepreneurship
• Menghadapi Seleksi Alam
• Solusi di Masa Krisis
• Menjadi Bangsa yang Semakin Dewasa
• Pikir dahulu keuntungan, sesal kemudian tak berguna…
• Kapan Krisis Berakhir?
• Bersiap Menghadapi Kemungkinan Terburuk
• Berkompetisi dengan Sehat
• Menciptakan Peluang dari Badai Krisis
• Pengusaha yang tidak beretika
• Perusahaan mana yang paling aman untuk berkarir?
• Semangat Pantang Menyerah
• Bangsa yang Ingin Berubah
• Bangsa Berkarakter Unggul