:: Hot News

Memberdayakan Orang Terbaik
Posted On : 14-05-2010
View : 2307 times

Anda tidak cukup hanya bisa merekrut karyawan pintar, tetapi harus bisa merangkul dan mempertahankan mereka. Jika tidak, ia akan meninggalkan Anda, dan membesarkan perusahaan orang lain.

Pelajaran dari "Indonesia Kehilangan"

Ketika pada akhir 2009 kasus Century muncul di republik tercinta ini, the man on the street memperkirakan ada dua orang yang akan "dikorbankan", yaitu ibu Sri Mulyani dan bapak Budiono. Dua tokoh pembangunan ekonomi dan keuangan Indonesia di era reformasi telah menjadi "korban dunia politik" yang bukan bidang keahlian mereka. Bahkan pada saat ini mereka telah mulai dimintai keterangan (baca: diperiksa) KPK. Mereka korupsi???

Minggu lalu Sri Mulyani mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Menteri Keuangan. Ia menerima penawaran dari Bank Dunia untuk menduduki jabatan sebagai salah satu Direktur Pelaksana Bank Dunia. Lembaga ini tentu tidak sembarangan memilih Sri Mulyani. Dunia internasional menilai ibu Sri seorang ekonom hebat, yang mampu menjaga kestabilan moneter Indonesia dalam masa krisis global ini. Ia dinilai pemimpin yang tegas, cekatan dan berani memberantas korupsi. Ia terpilih sebagai Menteri Keuangan Asia Terbaik 2006, 2007, 2008 dari Emerging Market Forum. Menteri Keuangan Terbaik se Dunia 2006 oleh Euromoney. Wanita Paling Berpengaruh ke-23 di Dunia tahun 2007 versi majalah internasional Forbes. Dunia internasional begitu menghargai Sri Mulyani, orang Indonesia sendiri...???

Sebelum menunjuknya, Bank Dunia pasti sudah meneliti "kebersihan" ibu Sri. Lembaga ini sangat menjunjung tinggi etika. Tahun 2007, Paul Wolfowitz (pernah menjadi Dubes AS di Indonesia 1986-1989, salah satu arsitek invasi ke Irak, dan orang kepercayaan George W.Bush), harus mengundurkan diri sebagai Presiden Bank Dunia karena mempunyai hubungan khusus dengan salah satu staf dibawahnya, Shaha Ali Riza. Dengan pengaruhnya, Paul merekomendasikan kenaikan gaji Shaha melebihi dari ketentuan Bank Dunia. Hal yang menurut ukuran Indonesia adalah "skandal kecil". (Paul dan Shaha sudah saling kenal sejak 1999, Paul sudah bercerai dari istrinya di tahun 2001, dan Shaha yang berdarah Arab juga sudah bercerai dari suaminya).

Indonesia Sudah Pernah Kehilangan Besar

Ketika berusia 37 tahun, ia sudah menjadi Direktur Teknik di Messerschmitt-Bolkow-Blohm, sebuah industri pesawat terbang yang berpusat di Hamburg, Jerman. Ia seorang pakar kelas dunia di bidang Thermodinamika, Konstruksi dan Aerodinamika. Beberapa rumusan teorinya dikenal dunia kedirgantaraan sebagai 'Habibie Factor', 'Habibie Theorem' dan 'Habibie Method'. Menuruti "rayuan" bapak Ibnu Sutowo dan Pak Harto, ia kembali ke Indonesia tahun 1978 pada usia 42 tahun.

BJ Habibie menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi selama 20 tahun (1978-1998) dan Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Ia mengimplementasikan visinya untuk membawa Indonesia menjadi negara industri berteknologi tinggi, dengan dukungan Pak Harto. Memimpin langsung pembangunan industri dengan menjadi Dirut dari 8 BUMN di industri 'strategis': pesawat terbang, kapal, kereta api, pabrik baja, elektronika, senjata, rekayasa dan permesinan. Menurut beliau, jika sudah bisa membuat pesawat terbang, membuat mobil itu mudah. Untuk mengembangkan mutu SDM, pak Habibie mengirim ribuan insinyur muda belajar dan berpraktek di luar negeri.    

Ketika beliau "dipindahkan" dari dunia teknologi ke dunia politik yang bukan keahliannya dengan menjadi "RI-2" dan kemudian "RI-1", akhirnya Putra Teknologi Terbaik Indonesia ini menjadi korban dinamika politik Indonesia. Industri strategis yang pernah dipimpinnya redup. SDM unggulan dirgantara Indonesia kini tersebar di berbagai industri pesawat terbang di dunia. Kita sekarang hanya jadi negara "kelas konsumen".

Sekedar info: Tahun lalu, Brazil meluncurkan sebuah pesawat jet komersil. Beberapa ahli Indonesia yang bekerja disana ikut merancangnya.

Dalam talkshow di acara 'Rossy' Global tv baru-baru ini, ketika "ditantang" oleh pemandu acara Rossy apakah pak Habibie bisa mengembalikan kejayaan industri Dirgantara Indonesia jika diberi kesempatan, beliau yang saat ini berusia 74 tahun (dan tinggal di Jerman) mengatakan "bisa!". Anak didik beliau yang tersebar siap kembali ke Indonesia jika diminta pak Habibie. Perlu dana berapa? Beliau menjawab, Rp 3 trilun! Wow..."uang kecil"! Untuk bangun kantor baru DPR saja disiapkan dana Rp 1,8 triliun. Tergerakkah hati para pemimpin di republik ini?

Memberikan Kesempatan Kedua

Anda kenal Richard Branson, pengusaha nyentrik Inggris pendiri dan pemilik Virgin Group yang berpusat di London? Salah satu perusahaannya Virgin Galactic, telah membuat pesawat yang bisa membawa manusia biasa (turis) ke ruang angkasa. Anda bisa menikmati keadaan ‘tanpa bobot' selama enam menit di dalam pesawat. Biaya perjalanan 2,5 jam penerbangan ini US$200.000 per orang. Anda sudah bisa pesan tempat dengan membayar DP 10%. Jika berminat, silakan browse di: Virgin Galactic.

Perusahaan yang berawal dari sebuah toko rekaman pada tahun 1970 di London kini sudah memiliki 400 perusahaan, dengan inti bisnisnya di bidang travel, entertainment dan lifestyle. Perusahaannya bisa tumbuh hebat karena Richard bisa memperlakukan dan mempertahankan orang-orang hebat di perusahaannya.

Meskipun Richard sangat mengutamakan KEPERCAYAAN dalam bisnis, menurut dia cara mengatasi persoalan yang timbul juga berkontribusi penting atas kesuksesan Virgin. Ketika sedang mengembangkan Virgin Records, seorang anggota tim pencari bakat mencuri dan menjual berkotak-kotak rekaman kepada toko bekas lokal. Setelah mengetahui perbuatan tersebut, Richard memanggilnya, dan karyawan tersebut mengakui perbuatannya. Richard tidak memecatnya, tapi memberikan peringatan keras dan kesempatan kedua. Richard menasihati karyawannya, "Kadang-kadang kita mengambil langkah salah, dan saya berharap kamu belajar dari kesalahanmu, dan kembali melakukan keahlianmu - menemukan artis."  Ternyata benar, pencari bakat ini berhasil menemukan Culture Club yang menjadi salah satu artis terbesar Virgin Records di tahun 1980-an. (Culture Club adalah sebuah band Inggris dengan lead vocal Boy George yang suka berdandan sebagai wanita. Memenangkan Grammy Award sebagai the best new band of 1983, dan beberapa penghargaan internasional lainnya).

Kualitas Perusahaan tergantung pada Kualitas Manusia

Jika Anda seorang pemilik, pimpinan atau manajer perusahaan, bagaimana Anda memperlakukan orang-orang Anda yang potensial? Sebagai leader, kita harus mengenal orang-orang kita dengan baik, jeli melihat potensi mereka, dan bisa memberdayakan mereka. Seorang salesman yang hebat, belum tentu cocok dipromosikan sebagai sales manager, karena fungsinya berbeda meskipun masih di bidang sales. Ia mungkin lebih cocok dipromosikan menggarap prospek-prospek besar, bukan memimpin salesman.

Mari kita belajar dari "Indonesia Kehilangan" Sri Mulyani dan BJ Habibie, dan kiat sukses dari Richard Branson. Kita tidak cukup hanya bisa merekrut karyawan pintar, tetapi harus bisa merangkul dan mempertahankan mereka. Jika tidak, ia akan meninggalkan kita, dan membesarkan perusahaan orang lain.

"Jika ingin makmur setahun, tanamlah biji2-an. Jika ingin makmur 10 tahun, tanamlah pohon. Jika ingin makmur 100 tahun, kembangkan manusia." (Pepatah Tiongkok)

Salam Brilian!

Jim Mintarja, Founder & Master Coach 'ACME International'

Artikel sebelumnya :

• Belajar dari Mandela
• Pergaulan Mengubah Diri Anda
• Bersikap Dewasa
• Integritas sebagai Cermin Diri Anda
• Jika Bisa Memimpin Kuda, Anda Bisa Memimpin Orang
• Hindari Jerat-Jerat Kehidupan
• Jangan Sia-Siakan Waktu Tersisa
• Bersiap Menghadapi Krisis 2011
• Bakat Saja Tidak Cukup
• Anda Layak menjadi Pemimpin?
• Anak Belajar dengan Kasih
• Jangan Pusingkan UN
• Saatnya untuk Berani Memulai
• Dibalik Runtuhnya Japan Airline
• Kekuatan dari Kasih & Kebersamaan
• Karakter Lebih Penting daripada Reputasi
• Jalan Aman Menuju Sukses
• Belajar dari Orang Sukses
• Faktor Utama Menuju Sukses
• Anda Bisa Ikut Membangun Dunia yang Lebih Baik
• Kehidupan Sukses yang Seimbang
• Mengembangkan Jiwa Entrepreneurship
• Menghadapi Seleksi Alam
• Solusi di Masa Krisis
• Menjadi Bangsa yang Semakin Dewasa
• Pikir dahulu keuntungan, sesal kemudian tak berguna…
• Kapan Krisis Berakhir?
• Bersiap Menghadapi Kemungkinan Terburuk
• Berkompetisi dengan Sehat
• Menciptakan Peluang dari Badai Krisis
• Pengusaha yang tidak beretika
• Perusahaan mana yang paling aman untuk berkarir?
• Semangat Pantang Menyerah
• Bangsa yang Ingin Berubah
• Bangsa Berkarakter Unggul