:: Hot News

Jalan Aman Menuju Sukses
Posted On : 08-11-2009
View : 1975 times

Semua orang tentu ingin hidup sukses, karena tidak ada yang ingin gagal. Untuk mengejar sukses (banyak yang mengartikannya dengan "kaya"), berbagai macam cara digunakan. Ada yang bekerja dengan cerdas, ada yang bekerja keras, dan ada juga yang bekerja dengan "kasar" hingga "kotor" (tentu saja bukan sebagai tukang pembersih selokan dan sebagainya).

Hingar-bingar di negeri kita selama dua minggu terakhir ini, yang berhubungan dengan lembaga penegak hukum Kepolisian, Kejaksaan dan KPK, berawal dari usaha beberapa orang yang ingin mengejar sukses (baca: kekayaan) dengan cara yang kita sebut terakhir diatas. Ada pengusaha yang terlibat dalam kasus korupsi pengadaan barang di Departemen Kehutanan, dan ada juga bankir yang membuat amblas uang para nasabahnya. Pengusaha, bankir, pejabat dan aparat penegak hukum yang terlibat dalam kedua kasus ini kini harus mempertanggung jawabkan tindakan mereka.

Sukses diukur dari kekayaan?

Banyak dari kita mengukur sukses dari besarnya kekayaan. Semakin besar rumahnya, semakin mewah mobilnya dan semakin banyak simpanannya di bank, maka semakin sukses orang tersebut. Menurut Anda, apakah Mahatma Gandhi yang hanya membalut tubuhnya dengan kain belacu (kain kasar) dan pakai sandal jepit termasuk orang sukses atau orang gagal? Ibu Theresa yang mengabdikan hidupnya merawat kaum papa di India apakah orang sukses atau gagal? Dua proklamator negara kita yang tidak mampu mewariskan kekayaan kepada anak cucunya orang sukses atau gagal? Muhammad Yunus yang banknya hanya mempunyai nasabah-nasabah orang miskin adalah bankir sukses atau bankir gagal? (Sistem dari Grameen Bank yang dikembangkan oleh M.Yunus kini diimplementasikan di banyak negara, termasuk AS).

Memang tidak ada yang salah dengan menjadi orang kaya, bahkan mega kaya sekalipun! Bill Gates yang sudah menjadi orang terkaya di dunia selama 13 tahun, sangat dihormati orang karena kekayaannya diperoleh dengan cara benar dan juga dermawan. Warren Buffet yang no.2 terkaya adalah investor paling sukses dalam sejarah, yang juga memperoleh kekayaannya tanpa merugikan orang lain. Ia menyumbangkan sebagian besar kekayaannya kepada yayasan sosial yang dikelola Bill Gates dan istrinya. Dunia membutuhkan orang-orang kaya seperti Bill dan Warren.

Jangan menempuh jalan yang beresiko

Terlepas dari benar-tidaknya mereka merekayasa penahanan dua pimpinan KPK, sangat sayang orang nomor dua di Kejaksaan Agung dan orang nomor tiga di Polri "terpaksa" mengundurkan diri dari jabatannya. Mereka berdua sudah di track sukses. Bahkan bukan mustahil bisa menjadi orang nomor satu di instansi masing-masing.

Bagi kita-kita yang di jalur bisnis, baik sebagai profesional ataupun pengusaha, sebaiknya hindari cara yang nyerempet2 bahaya (baca: berpotensi melanggar hukum). Ungkapan "Pikir dahulu pendapatan (untung besar), sesal kemudian tak berguna" masih tetap relevan sebagai pegangan dalam berkarir, karena " Sepintar-pintarnya tupai melompat, akan terjatuh juga."

Anda ingin tahu jalan yang aman menuju sukses? Gunakan hasil survei Thomas J.Stanley PhD, psikolog AS, sebagai pedoman. Berdasarkan hasil penelitiannya pada 733 orang, ia telah menyusun faktor-faktor penunjang sukses seseorang, dan inilah urutannya (saya hanya menampilkan hingga faktor ke 15 dari keseluruhan 30 faktor):

  1. Jujur pada semua orang
  2. Disiplin yang baik
  3. Pintar bergaul
  4. Mempunyai pasangan hidup yang mendukung
  5. Bekerja lebih keras daripada orang lain
  6. Mencintai karir (pekerjaan atau bisnis) yang dijalani
  7. Kualitas kepemimpinan yang baik dan kuat
  8. Semangat berkompetisi
  9. Mengatur hidup dengan sangat baik
  10. Mampu menjual ide atau produk
  11. Berinvestasi dengan bijaksana
  12. Mampu melihat peluang yang tidak terlihat orang lain
  13. Menjadi ‘bos' atas diri sendiri
  14. Berani mengambil resiko yang memberikan hasil baik
  15. Memiliki mentor yang baik

Semoga kita bisa menjadi orang sukses, kaya dan sekaligus terhormat.

 

Jim Mintarja, Founder & Master Coach 'ACME International'

Artikel sebelumnya :

• Belajar dari Mandela
• Pergaulan Mengubah Diri Anda
• Bersikap Dewasa
• Integritas sebagai Cermin Diri Anda
• Jika Bisa Memimpin Kuda, Anda Bisa Memimpin Orang
• Hindari Jerat-Jerat Kehidupan
• Jangan Sia-Siakan Waktu Tersisa
• Bersiap Menghadapi Krisis 2011
• Bakat Saja Tidak Cukup
• Anda Layak menjadi Pemimpin?
• Anak Belajar dengan Kasih
• Memberdayakan Orang Terbaik
• Jangan Pusingkan UN
• Saatnya untuk Berani Memulai
• Dibalik Runtuhnya Japan Airline
• Kekuatan dari Kasih & Kebersamaan
• Karakter Lebih Penting daripada Reputasi
• Belajar dari Orang Sukses
• Faktor Utama Menuju Sukses
• Anda Bisa Ikut Membangun Dunia yang Lebih Baik
• Kehidupan Sukses yang Seimbang
• Mengembangkan Jiwa Entrepreneurship
• Menghadapi Seleksi Alam
• Solusi di Masa Krisis
• Menjadi Bangsa yang Semakin Dewasa
• Pikir dahulu keuntungan, sesal kemudian tak berguna…
• Kapan Krisis Berakhir?
• Bersiap Menghadapi Kemungkinan Terburuk
• Berkompetisi dengan Sehat
• Menciptakan Peluang dari Badai Krisis
• Pengusaha yang tidak beretika
• Perusahaan mana yang paling aman untuk berkarir?
• Semangat Pantang Menyerah
• Bangsa yang Ingin Berubah
• Bangsa Berkarakter Unggul