:: Hot News

Menjadi Bangsa yang Semakin Dewasa
Posted On : 25-01-2009
View : 1980 times

Sejak tanggal 20 Januari 2008 lalu, Barack Obama dan Joe Biden telah resmi menjadi presiden dan wakil presiden negara Amerika Serikat. Masyarakat yang hadir untuk menyaksikan secara langsung upacara pelantikan presiden AS ini mencapai rekor terbanyak dalam sejarah AS, padahal udara di Washington DC saat itu sangat dingin. Masyarakat dunia juga begitu antusias menyaksikannya melalui siaran langsung televisi, termasuk kita di Indonesia yang harus rela bergadang! Apa yang menjadi daya tarik kejadian ini bagi masyarakat AS dan dunia?

Warga AS telah membuat sejarah baru. Mereka telah memilih seorang warga berkulit hitam sebagai presiden mereka, dari komunitas "mantan budak", yang jumlahnya hanya sekitar 10% dari total penduduk AS yang mayoritas berkulit putih. Pasangannya Joe Biden adalah penganut agama Katolik Roma (sama seperti almarhum Presiden John F.Kennedy) yang juga minoritas diantara mayoritas rakyat AS yang beragama Protestan.

Masyarakat AS telah dewasa dalam berpikir dan bersikap. Mereka (atau mayoritas dari mereka) memilih pemimpin mereka bukan berdasarkan warna kulit, asal-usul keturunan dan agama, melainkan berdasarkan kualitas kepemimpinannya dan kemampuannya untuk membawa bangsa AS keluar dari krisis berat saat ini. Mereka menaruh harapan pada Barack Obama yang akan membawa 'perubahan' seperti yang dijanjikannya selama kampanye.

Pelajaran bermanfaat apa yang bisa kita peroleh?

Sebentar lagi bangsa kita akan menghadapi pemilihan umum. Kita akan memilih calon anggota DPRD, DPD, DPR dan Presiden. Saat yang kritis dalam menetapkan orang-orang yang akan mengurus dan memimpin negara kita, terutama pengelola negara yang mampu membawa bangsa kita keluar dari krisis global saat ini. Mari kita memilih calon-calon yang memang layak berdasarkan kemampuan dan kepemimpinan mereka, tanpa membedakan asal usul keturunan, etnis, suku, golongan dan agama. Kita memerlukan anggota legislatif dan pemimpin yang mengutamakan kepentingan bangsa, negara dan masyarakat luas, bukan yang mementingkan kepentingan pribadi dan kelompoknya. Kedewasaan kita dalam berpikir dan bersikap yang akan menentukan nasib bangsa kita di masa depan.

 

(Jim Mintarja - Founder & Master Coach of ACME Success International)

Artikel sebelumnya :

• Belajar dari Mandela
• Pergaulan Mengubah Diri Anda
• Bersikap Dewasa
• Integritas sebagai Cermin Diri Anda
• Jika Bisa Memimpin Kuda, Anda Bisa Memimpin Orang
• Hindari Jerat-Jerat Kehidupan
• Jangan Sia-Siakan Waktu Tersisa
• Bersiap Menghadapi Krisis 2011
• Bakat Saja Tidak Cukup
• Anda Layak menjadi Pemimpin?
• Anak Belajar dengan Kasih
• Memberdayakan Orang Terbaik
• Jangan Pusingkan UN
• Saatnya untuk Berani Memulai
• Dibalik Runtuhnya Japan Airline
• Kekuatan dari Kasih & Kebersamaan
• Karakter Lebih Penting daripada Reputasi
• Jalan Aman Menuju Sukses
• Belajar dari Orang Sukses
• Faktor Utama Menuju Sukses
• Anda Bisa Ikut Membangun Dunia yang Lebih Baik
• Kehidupan Sukses yang Seimbang
• Mengembangkan Jiwa Entrepreneurship
• Menghadapi Seleksi Alam
• Solusi di Masa Krisis
• Pikir dahulu keuntungan, sesal kemudian tak berguna…
• Kapan Krisis Berakhir?
• Bersiap Menghadapi Kemungkinan Terburuk
• Berkompetisi dengan Sehat
• Menciptakan Peluang dari Badai Krisis
• Pengusaha yang tidak beretika
• Perusahaan mana yang paling aman untuk berkarir?
• Semangat Pantang Menyerah
• Bangsa yang Ingin Berubah
• Bangsa Berkarakter Unggul