:: Hot News

Kapan Krisis Berakhir?
Posted On : 18-12-2008
View : 2102 times

Selama beberapa beberapa minggu ini, berita ekonomi nasional dan internasional masih didominasi oleh berita kejatuhan perusahaan, menurunnya penjualan dan PHK. Bahkan TOYOTA sebagai salah satu champion dunia juga merosot tajam penjualannya. Penjualan di AS menurun 34% pada November ini, sehingga mereka terpaksa memberikan diskon besar-besaran. Selain yang sudah terkena PHK, masih banyak kaum pekerja di Indonesia yang 'deg-degan', terutama yang perusahaannya berorientasi ekspor dan para sub-contractornya. Tetapi ada juga yang tenang-tenang saja, karena masih bisa terima gaji setiap bulan (semoga tetap demikian).

Bagaimana harapan kita pada tahun 2009? Sudah bisa membaik? Mari kita simak pandangan tokoh bisnis dunia dan tokoh bisnis nasional kita.

Apa kata tokoh-tokoh bisnis AS?

Baru-baru ini belasan CEO perusahaan papan atas di AS berkumpul di Palm Beach-Florida dalam acara 'CEO Summit Business Week' yang diprakasai oleh majalah Business Week.

  • Fred Smith, pendiri dan CEO FedEx, mengatakan bahwa ini adalah kondisi terburuk yang dialaminya selama 35 tahun berkecimpung di dunia bisnis. Menurut Fred, tidak ada indikasi yang menunjukkan bahwa perbaikan kondisi akan terjadi sebelum pertengahan 2009.
  • Robert Nardelli, CEO Chrysler, salah satu industri mobil terbesar di AS, berharap pemerintah AS bisa menahan situasi saat ini yang sudah krisis tidak jatuh ke level yang lebih parah.
  • Ralph de la Torre, CEO Caritas Christi Health Care, memperkirakan 20% rumah sakit di AS bisa tutup. Tidak akan ada pembelian barang investasi minimal satu atau dua tahun ke depan.
  • Lewis Hay, CEO FDL Group, perusahaan pembangkit energi, mengatakan bahwa banyak pelanggan yang mengurangi pemakaian listrik, dan pelanggan yang menunggak pembayaran diperkirakan akan meningkat dari biasanya 15% menjadi 25%.
  • Dennis Dammereman, mantan Vice Chairman GE, mengajak para pengusaha untuk membangkitkan kepercayaan konsumen agar mau berbelanja lagi. Dia memperkirakan barulah pada tahun 2010 pemerintah AS dapat memulihkan situasi keuangan.
  • Timothy Manganello, CEO Borg Warner, "Kami tidak berharap ada perkembangan bagus sampai pertengahan 2010."

Apa kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia?

Sofyan Wanandi dalam wawancara dengan BusinessWeek Indonesia baru-baru ini mengatakan beberapa hal penting berikut:

  • Harga minyak bumi dan batubara (termasuk nikel, minyak kelapa sawit, penulis) yang menjadi unggulan Indonesia sedang merosot. Tahun depan giliran sektor konstruksi dan manufaktur yang terkena imbas, karena bank menahan kredit dan bunga tinggi.
  • Kapasitas produksi pada hampir semua bidang menurun 30%, sehingga pembelian bahan berkurang, tenaga kontrak akan diputus, dan karyawan tetap juga terkena PHK jika kondisi tidak membaik. PHK tidak terhindarkan lagi.
  • Tahun depan ada Pemilu, jangan sampai terjadi gejolak politik seperti pada 'Krismon' 1998.

Apakah masih ada harapan?

Menurut beliau, masih ada peluang yang bisa dimanfaatkan pemerintah dan pengusaha Indonesia untuk bertahan dalam krisis ini:

  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia 70% berasal dari pasar domestik, namun sudah didominasi barang-barang dari Tiongkok yang masuk secara ilegal. Ada peluang untuk merebut pasar domestik jika kita bisa lebih kompetitif dan pemerintah giat memberantas impor ilegal.
  • Belanja partai-partai pada Pemilu tahun 2009 bisa dimanfaatkan pengusaha UKM.
  • Insentif Rp.100 triliun dari pemerintah dapat menggerakkan proyek-proyek infrastruktur, bantuan pedesaan, bantuan untuk UKM, dll.

Hingga saat ini AS masih merupakan motor ekonomi dunia. Sebagian besar perusahaan yang masuk dalam FORTUNE 500 adalah perusahaan AS. Demikian pun orang-orang kaya dunia, sebagian besar orang AS. Dan banyak perusahaan besar di dunia terlibat bisnis di AS, atau berinvestasi di sana. Jika AS mulai 'bersin', negara-negara lain mulai 'flu'. Jika saat ini mereka terkena ‘flu berat' yang masa penyembuhannya lama, maka semua negara lain pasti tertular, bahkan bisa lebih parah.

Menurut Sofyan Wanandi, pemulihan ekonomi dunia diperkirakan 2-3 tahun lagi, dan yang bisa membantu kita hanya diri kita sendiri.

Tokoh dunia dari Inggris, Winston Churchill mengatakan: "Si pesimis melihat kesulitan di dalam setiap peluang. Si optimis melihat peluang  di dalam setiap kesulitan."

 

(Jim Mintarja - Founder & Master Coach of ACME Success International)

HOT NEWS terkait:

Artikel sebelumnya :

• Belajar dari Mandela
• Pergaulan Mengubah Diri Anda
• Bersikap Dewasa
• Integritas sebagai Cermin Diri Anda
• Jika Bisa Memimpin Kuda, Anda Bisa Memimpin Orang
• Hindari Jerat-Jerat Kehidupan
• Jangan Sia-Siakan Waktu Tersisa
• Bersiap Menghadapi Krisis 2011
• Bakat Saja Tidak Cukup
• Anda Layak menjadi Pemimpin?
• Anak Belajar dengan Kasih
• Memberdayakan Orang Terbaik
• Jangan Pusingkan UN
• Saatnya untuk Berani Memulai
• Dibalik Runtuhnya Japan Airline
• Kekuatan dari Kasih & Kebersamaan
• Karakter Lebih Penting daripada Reputasi
• Jalan Aman Menuju Sukses
• Belajar dari Orang Sukses
• Faktor Utama Menuju Sukses
• Anda Bisa Ikut Membangun Dunia yang Lebih Baik
• Kehidupan Sukses yang Seimbang
• Mengembangkan Jiwa Entrepreneurship
• Menghadapi Seleksi Alam
• Solusi di Masa Krisis
• Menjadi Bangsa yang Semakin Dewasa
• Pikir dahulu keuntungan, sesal kemudian tak berguna…
• Bersiap Menghadapi Kemungkinan Terburuk
• Berkompetisi dengan Sehat
• Menciptakan Peluang dari Badai Krisis
• Pengusaha yang tidak beretika
• Perusahaan mana yang paling aman untuk berkarir?
• Semangat Pantang Menyerah
• Bangsa yang Ingin Berubah
• Bangsa Berkarakter Unggul