:: Hot News

Berkompetisi dengan Sehat
Posted On : 20-11-2008
View : 1869 times

Terpilihnya Barack Obama sebagai Presiden AS yang baru disambut luar biasa bukan hanya oleh rakyat AS sendiri, tetapi juga sebagian besar rakyat di dunia. Kita di Indonesia juga menyambutnya gembira, karena merasa masih "bersaudara" dengan Obama. Ayah tirinya orang Indonesia, dan masa kecilnya pernah tinggal dan bersekolah di Jakarta. Selain Kenya yang menjadi tempat asal ayah kandung Obama, rakyat di Afrika juga bergembira karena dia adalah warga kulit hitam pertama yang memimpin negara adidaya di dunia, padahal di jaman dahulu orang-orang kulit hitam diangkut dari Afrika ke benua Amerika untuk dijadikan budak.

AS telah membuat sejarah, presiden pertama berkulit hitam dengan wakil presiden beragama katolik, pasangan presiden dari kelompok minoritas di AS. Rakyat Amerika telah menentukan pilihannya. Mereka berharap adanya perubahan setelah pemerintahan delapan tahun presiden George W.Bush dari Partai Republik membawa AS ke dalam krisis ekonomi dan kehilangan pamornya sebagai negara adidaya. John McCain dianggap sebagai pendukung dan penerus kebijakan Bush, sedangkan Obama menjanjikan perubahan. Thema kampanyenya "Change we believe in".

Sebelum menghadapi John Mc Cain, Barack Obama bersaing sengit dengan senator Hillary Clinton untuk menjadi kandidat presiden AS dari Partai Demokrat. Ketika kalah dari Obama, senator Hillary Clinton mengajak para pendukungnya untuk melupakan persaingan dan kekecewaan, dan meminta mereka mendukung Barack Obama dalam pemilihan presiden. Dia bersama suaminya mantan presiden Bill Clinton berkampanye untuk Obama. Mr and Mrs Clinton mengutamakan kepentingan Partai Demokrat.

Ketika sudah dipastikan kemenangan mutlak Obama meskipun perhitungan suara belum selesai, John Mc Cain segera menelepon Barack Obama, mengakui kekalahannya dan mengucapkan selamat kepada Obama. Meskipun John Mc Cain kalah dalam pemilihan presiden, dia adalah tetap seorang tokoh senior dari Partai Republik. Dia sudah mengontak Obama untuk menawarkan kerjasamanya membangun AS, khususnya untuk menangani masalah krisis keuangan dan ekonomi saat ini. Obama menerima baik tawaran ini, dalam waktu dekat mereka akan bertemu. John McCain dan Barack Obama mengutamakan kepentingan negara.  

Pelajaran apa yang bisa kita peroleh dari pemilihan presiden di AS dalam kaitannya dengan bidang karir dan bisnis?

Pelajaran Pertama: Jadilah pemimpin yang berjiwa besar.

Orang yang berjiwa besar harus siap menang ... siap kalah ... dengan cara terhormat. Di perusahaan sering terjadi persaingan "diam-diam" memperebutkan jabatan yang lebih tinggi. Jika yang terpilih adalah rekan kerja, akui kelebihannya, dukung dia agar bisa membawa kemajuan bagi perusahaan, bukan menyabot program kerjanya. Kepentingan perusahaan harus diutamakan daripada "kekecewaan" dikarenakan kalah bersaing. Di pihak lain, yang berhasil naik keatas jangan besar kepala. Orang Jawa bilang "menang tanpo ngasorake". Tanpa dukungan rekan kerja dan bawahan, seorang atasan tidak bisa menghasilkan apa-apa. (Obama mempertimbangkan untuk memberikan jabatan tinggi kepada Hillary Clinton di dalam kabinetnya.)

Pelajaran Kedua: Kompetitor bukanlah Musuh

Didalam bisnis pasti ada persaingan. Tetapi jangan melihat pesaing sebagai musuh yang harus dijelek-jeleki atau "dihabisi", karena:

  • Pesaing adalah "sparring partner" dalam menjalankan usaha, tanpa dia, kita menjadi lengah dan puas diri; keberadaan pesaing mengharuskan kita untuk selalu berbuat lebih baik merebut hati pelanggan, kita akan tumbuh semakin sehat dan kuat.
  • Dua perusahaaan yang sebelumnya bersaingan bisa bersinergi atau bahkan merger untuk menghadapi pesaing yang lebih besar; daripada berjuang sendirian dan akhirnya kalah, bukankah lebih baik bekerjasama?!
  • Siapa tahu suatu ketika ada perusahaan pesaing yang mau dijual? Jika kita sudah terlanjur menjelek-jelekkannya, perusahaan itu akan dibeli oleh pesaing yang lain; gabungan mereka tentu akan menyulitkan kita.  

Pelajaran Ketiga: Perubahan itu perlu

Konsumen jaman sekarang semakin mempunyai banyak pilihan, mereka semakin kritis memilih. Hanya perusahaan yang inovatif dan kreatif yang akan menang dalam persaingan. Bagaimana melakukan perubahan?

Pertama: Dengarkan mereka. Mulailah dengan bertanya kepada pelanggan, mereka pasti dengan senang hati akan mengatakan apa keinginan mereka.

Kedua: Keinginan melayani. Hanya dengan memiliki jiwa pelayanan dan keinginan untuk memuaskan konsumen, kita akan selalu terdorong untuk berpikir dan berbuat untuk memberi yang lebih baik.

(Jim Mintarja - Founder & Master Coach of ACME Success International)

Artikel sebelumnya :

• Belajar dari Mandela
• Pergaulan Mengubah Diri Anda
• Bersikap Dewasa
• Integritas sebagai Cermin Diri Anda
• Jika Bisa Memimpin Kuda, Anda Bisa Memimpin Orang
• Hindari Jerat-Jerat Kehidupan
• Jangan Sia-Siakan Waktu Tersisa
• Bersiap Menghadapi Krisis 2011
• Bakat Saja Tidak Cukup
• Anda Layak menjadi Pemimpin?
• Anak Belajar dengan Kasih
• Memberdayakan Orang Terbaik
• Jangan Pusingkan UN
• Saatnya untuk Berani Memulai
• Dibalik Runtuhnya Japan Airline
• Kekuatan dari Kasih & Kebersamaan
• Karakter Lebih Penting daripada Reputasi
• Jalan Aman Menuju Sukses
• Belajar dari Orang Sukses
• Faktor Utama Menuju Sukses
• Anda Bisa Ikut Membangun Dunia yang Lebih Baik
• Kehidupan Sukses yang Seimbang
• Mengembangkan Jiwa Entrepreneurship
• Menghadapi Seleksi Alam
• Solusi di Masa Krisis
• Menjadi Bangsa yang Semakin Dewasa
• Pikir dahulu keuntungan, sesal kemudian tak berguna…
• Kapan Krisis Berakhir?
• Bersiap Menghadapi Kemungkinan Terburuk
• Menciptakan Peluang dari Badai Krisis
• Pengusaha yang tidak beretika
• Perusahaan mana yang paling aman untuk berkarir?
• Semangat Pantang Menyerah
• Bangsa yang Ingin Berubah
• Bangsa Berkarakter Unggul