:: Hot News

Menciptakan Peluang dari Badai Krisis
Posted On : 03-11-2008
View : 1626 times

'Badai Pasti Berlalu', judul novel laris karya Mira W. di tahun 70-an yang juga sudah difilmkan, memberikan optimisme pada kita bahwa semua badai pasti akan berlalu, keadaan akan membaik.  Masalahnya...kapan badai itu akan berlalu?

Krisis moneter kali ini yang dimulai di AS dan menyebar cepat ke berbagai negara sangat berbeda dengan yang kita alami di tahun 1997. Krisis saat itu hanya melanda beberapa negara "kecil" (Thailand, Korea Selatan, Filipina, Malaysia, Indonesia), dan segera "ditolong" oleh negara-negara besar yang kaya raya. Di Indonesia, mereka memberikan pinjaman, mengkonversi piutang mereka dengan saham kepemilikan, atau membeli perusahaan-perusahaan yang bangkrut. Perusahaan cepat beraktivitas kembali dengan boss baru, PHK yang lebih parah dapat dicegah. Pada krisis yang sekarang, yang mengalami "pendarahan parah" justru negara-negara besar ekonomi dan pusat keuangan.  Kalau kita juga tertular krisis ini, siapa yang akan menolong kita kali ini?

Potensi bahaya

Sebagian orang berpendapat, ekonomi kita cukup kuat, tidak akan terimbas krisis. Benarkah?

Akibat krisis, masyarakat di AS, Eropa dan Jepang mulai hidup hemat. Akibatnya penjualan mulai menurun, dan memaksa perusahaan di AS dan Eropa mulai melakukan PHK. Mereka juga mulai mengurangi atau bahkan membatalkan pesanan ke China, India, dan negara-negara lain termasuk Indonesia. Produsen garmen, sepatu, barang kerajinan di Indonesia sudah mulai mengeluh berkurangnya order luar negeri. "Efek domino" krisis moneter dan ekonomi sedang bekerja! Tetap kuat tidaknya perekonomian kita tergantung cepat pulih tidaknya perekonomian negara-negara yang menjadi tujuan andalan ekspor kita.

Mengubah masalah menjadi peluang

Untuk menghadapi krisis ataupun pemulihan dari krisis, semua negara akan mengutamakan keselamatan diri sendiri, proteksi perdagangan sangat mungkin dijalankan. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Bangsa Indonesia harus memanfaatkan momentum ini untuk tampil kompak menyelamatkan bangsa ini dari krisis. Kita sudah mengalami krisis buruk 10 tahun lalu, bahkan belum sembuh total hingga sekarang. Jangan terulang lagi!

  • Jika Anda pejabat pemerintah yang berwenang, buat aturan yang membatasi impor barang-barang konsumsi dan industri yang sudah dihasilkan di dalam negri. Bisa menghemat cadangan devisa dan sekaligus menggairahkan industri dalam negeri. Berikan insentif pajak dan penghargaan kepada perusahaan yang menciptakan lapangan kerja baru, serta mempermudah pendirian usaha baru, sehingga mendorong lahirnya entrepreneur-entrepreneur baru.
  • Jika Anda pengusaha,  bersinergi dan bangun solidaritas dengan  pengusaha lain menyelamatkan industri dalam negeri (bukan menyelamatkan industri negara lain) dengan mengutamakan pemakaian bahan baku, bahan pembantu dan peralatan buatan dalam negeri. Kreatif meningkatkan mutu produk dan menciptakan produk baru, sehingga tidak kalah dengan produk negara lain.
  • Jika Anda karyawan,  bekerja lebih giat dan kreatif agar perusahaan yang telah menghidupi Anda bisa survive dalam masa krisis ini. Ajak juga rekan-rekan Anda dalam gerakan ini. Janganlah menjadi karyawan bermental pegawai. (Baca artikel Hot News sebelumnya ' Perusahaan mana yang paling aman untuk berkarir? ')
  • Bagi kita semua, cintai produk dalam negeri. Dengan demikian kita bisa mempertahankan bahkan menggairahkan industri dalam negeri, menciptakan lapangan kerja baru, mengurangi pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat.  

Orang bijak mengatakan , "Orang sukses atau pecundang sama-sama mengalami masalah, tetapi respon mereka atas masalah yang membuat mereka berbeda." Kini saatnya kita membuktikan diri sebagai bangsa sukses, bukan bangsa pecundang!

(Jim Mintarja - Founder & Master Coach of ACME Success International)

Artikel sebelumnya :

• Belajar dari Mandela
• Pergaulan Mengubah Diri Anda
• Bersikap Dewasa
• Integritas sebagai Cermin Diri Anda
• Jika Bisa Memimpin Kuda, Anda Bisa Memimpin Orang
• Hindari Jerat-Jerat Kehidupan
• Jangan Sia-Siakan Waktu Tersisa
• Bersiap Menghadapi Krisis 2011
• Bakat Saja Tidak Cukup
• Anda Layak menjadi Pemimpin?
• Anak Belajar dengan Kasih
• Memberdayakan Orang Terbaik
• Jangan Pusingkan UN
• Saatnya untuk Berani Memulai
• Dibalik Runtuhnya Japan Airline
• Kekuatan dari Kasih & Kebersamaan
• Karakter Lebih Penting daripada Reputasi
• Jalan Aman Menuju Sukses
• Belajar dari Orang Sukses
• Faktor Utama Menuju Sukses
• Anda Bisa Ikut Membangun Dunia yang Lebih Baik
• Kehidupan Sukses yang Seimbang
• Mengembangkan Jiwa Entrepreneurship
• Menghadapi Seleksi Alam
• Solusi di Masa Krisis
• Menjadi Bangsa yang Semakin Dewasa
• Pikir dahulu keuntungan, sesal kemudian tak berguna…
• Kapan Krisis Berakhir?
• Bersiap Menghadapi Kemungkinan Terburuk
• Berkompetisi dengan Sehat
• Pengusaha yang tidak beretika
• Perusahaan mana yang paling aman untuk berkarir?
• Semangat Pantang Menyerah
• Bangsa yang Ingin Berubah
• Bangsa Berkarakter Unggul