:: Hot News

Pengusaha yang tidak beretika
Posted On : 20-10-2008
View : 1995 times

Belum reda heboh kasus tumbangnya perusahaan-perusahaan keuangan kelas dunia, bahkan efek 'domino' akan mengakibatkan makin banyak perusahaan yang tumbang, kita dikejutkan kasus produk susu made in China yang mengandung melamin. Dikabarkan, sejauh ini telah menewaskan empat anak dan sekitar 53.000 anak menderita sakit di China. Semula diperkirakan produk yang tercemar melamin ini hanya pada susu bubuk, tetapi ternyata juga pada susu cair, yoghurt, cokelat dan biskuit.

Yang mencengangkan kita, kasus ini bukan hanya pada satu-dua perusahaan, tetapi sudah mencakup produk-produk dari 20-an perusahaan China. Jika sudah demikian banyak perusahaan terlibat, kasusnya sudah bukan "tercemar" melamin, sudah bukan ketidak-sengajaan atau ketidak-hatihatian, tetapi logikanya merupakan praktek tidak terpuji dari pengusaha yang hanya mau mencari untung.

Melamin adalah sejenis bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi plastik dan pupuk. Jika dikonsumsi manusia, bisa menyebabkan timbulnya batu ginjal, dan akhirnya gagal ginjal. Penggunaan melamin diperkirakan adalah akal-akalan dari produsen untuk meningkatkan kadar protein dalam produk susu.

Tahun lalu juga ada kasus pasta gigi made in China yang mengandung bahan berbahaya. Di Indonesia ada kasus penggunaan formalin pada bakso dan ikan asin, yang bertujuan agar dagingnya lebih awet dan tidak cepat membusuk. Juga penggunaan bahan pewarna tekstil pada sirup dan kue. Mungkin masih banyak kasus penggunaan bahan berbahaya dalam industri makanan.

Sekelompok produsen atau pedagang tanpa memperdulikan keselamatan dan kesehatan konsumen dengan "kreatif" menciptakan trik-trik untuk mencari untung. Mereka adalah kategori pedagang yang tidak berorientasi pada pelanggan, tapi hanya mau mencari untung.

Kasus melamin ini hendaklah memberikan pelajaran kepada kita semua, bahwa 'tipu daya' untuk mencari untung akan berakhir dengan kerugian pada pelanggan (konsumen) dan pengusaha itu sendiri. Berbisnis dan mencari untung ada etikanya, bukan dengan menghalalkan segala cara.

(Jim Mintarja - Founder & Master Coach of ACME Success International)

Artikel sebelumnya :

• Belajar dari Mandela
• Pergaulan Mengubah Diri Anda
• Bersikap Dewasa
• Integritas sebagai Cermin Diri Anda
• Jika Bisa Memimpin Kuda, Anda Bisa Memimpin Orang
• Hindari Jerat-Jerat Kehidupan
• Jangan Sia-Siakan Waktu Tersisa
• Bersiap Menghadapi Krisis 2011
• Bakat Saja Tidak Cukup
• Anda Layak menjadi Pemimpin?
• Anak Belajar dengan Kasih
• Memberdayakan Orang Terbaik
• Jangan Pusingkan UN
• Saatnya untuk Berani Memulai
• Dibalik Runtuhnya Japan Airline
• Kekuatan dari Kasih & Kebersamaan
• Karakter Lebih Penting daripada Reputasi
• Jalan Aman Menuju Sukses
• Belajar dari Orang Sukses
• Faktor Utama Menuju Sukses
• Anda Bisa Ikut Membangun Dunia yang Lebih Baik
• Kehidupan Sukses yang Seimbang
• Mengembangkan Jiwa Entrepreneurship
• Menghadapi Seleksi Alam
• Solusi di Masa Krisis
• Menjadi Bangsa yang Semakin Dewasa
• Pikir dahulu keuntungan, sesal kemudian tak berguna…
• Kapan Krisis Berakhir?
• Bersiap Menghadapi Kemungkinan Terburuk
• Berkompetisi dengan Sehat
• Menciptakan Peluang dari Badai Krisis
• Perusahaan mana yang paling aman untuk berkarir?
• Semangat Pantang Menyerah
• Bangsa yang Ingin Berubah
• Bangsa Berkarakter Unggul