:: FAQ

Saya sudah berkali-kali ikut seminar motivasi. Kenapa tidak berubah-ubah juga?
View : 973 times

Banyak peserta seminar sangat termotivasi dalam ruang seminar. Beberapa hari kemudian ... sudah lupa dengan materi seminar, termasuk saya, dulu. Dari apa yang telah saya pelajari dari berbagai pakar motivasi, pengalaman praktek dan pengamatan saya, secara ringkas (karena untuk membahasnya perlu seminar beberapa hari!) penyebabnya antara lain:

  • Tidak dilakukan pengulangan atas materi yang telah dipelajari, sehingga mudah lupa karena belum tertanam kuat dalam pikiran Anda.
  • Tidak ada yang mendukung Anda untuk tetap termotivasi seperti didalam ruangan seminar. Beritahukan kepada orang-orang terdekat atas keinginan Anda untuk berubah:pasangan hidup Anda, saudara Anda, sahabat karib Anda, rekan kerja atau atasan Anda. Minta mereka untuk menyemangati Anda, menegur ketika Anda mulai mengendur. Ceritakan kepada mereka keberhasilan atau kemajuan yang telah Anda capai.
  • Perubahan yang ingin Anda lakukan bertentangan dengan Nilai dan Kepercayaaan yang telah Anda miliki sebelumnya, dan belum terhapus dari pikiran bawah sadar Anda, sehingga setiap kali Anda ingin melakukan perubahan (dengan menggunakan pikiran sadar), pikiran bawah sadar "mengajak" Anda jangan berubah.
  • Tidak mempunyai sasaran tertulis yang SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Tangible)
  • Specific - jelas dan terperinci (contoh: pada bulan Nopember 2008 ingin mempunyai satu mobil Toyota Kijang Innova tahun 2007, warna biru metalik, dilengkapi dengan A/C dan sound system, ban radial)
  • Measurable - bisa diukur (berapa banyak , berapa besar, berapa rupiah, kapan)
  • Achievable - bisa dicapai dengan kemampuan manusia (jika orang lain bisa, Anda juga pasti bisa)
  • Realistic - sasaran itu realistis untuk Anda capai (adalah tidak realistis jika seorang teller bank lulusan D3 ingin menjadi direktur bank nasional dalam waktu lima tahun kedepan, kecuali ... jika bisa menikah dengan anak pemilik bank yang bersangkutan ?!)
  • Tangible - sasaran itu harus berwujud, atau dikaitkan dengan sesuatu yang berwujud (bahagia itu intangible. Kaitkan perasaan bahagia itu dengan sesuatu yang berwujud. Saya bahagia jika telah mempunyai pasangan hidup, mempunyai rumah sendiri, anak saya telah menjadi sarjana).

Untuk informasi lebih lanjut Anda bisa lihat "program seminar dan worksop Motivation" kami.


Jim Mintarja, Founder and Master Coach of ACME Success International